Teruslah Berpikir Positif

Suatu perumpamaan: Ada dua orang biksu mengadakan suatu perjalanan jauh. Ketika tiba suatu sungai, ada seorang gadis yang tidak bisa menyeberang karena arus sungai yang deras. Salah seorang biksu merasa kasihan dengan gadis itu hingga ia memutuskan untuk membantu gadis itu menyeberang dengan cara menggendongnya.
Setelah membantu gadis tersebut, kedua orang biksu itu melanjutkan perjalanannya. Dalam perjalanan itu, biksu yang satunya lagi terus mengomel dan tak henti-hentinya mempersalahkan temannya yang menggendong gadis itu. Katanya: “kau itu bagaimana!, bukannya kita sebagai biksu tidak boleh menyentuh/menggendong gadis!?”. Maka biksu yang satunya menjawab “Kawan, gadis itu telah kutinggalkan di tepi sungai tadi, tapi engkau masih saja membawanya terus”.-

Yup…. itulah perumpamaan kisah yang sering kita alami. Suatu peristiwa negatif telah lama berlalu, tapi pikiran kita terus membawa perasaan dan pengalaman negatif itu dalam benak kita. Hal itu membuat kita tidak mampu memaafkan, tidak bahagia dan kehilangan mood. Tapi itu membuktikan bahwa kita masih manusia biasa, tinggal bagaimana kita berupaya agar pikiran-pikiran negatif itu tidak menguasai kita.

Suatu keadaan lain yang lebih real adalah:
Menunggu…!
Kenapa belum datang juga? Koq ngg nelpon? Koq hp nya dmatikan? Bilang jam 5, inikan sudah jam 6? Kemana dia? Ah ngg masuk akal, tadi bilang sudah di ….. harusnya 10 menit sudah tiba!. Memangnya dia anggap apa aku ini harus menunggu begini lama…dst….dst. Akhirnya pikiran dan perasaan negatif yang muncul. Itulah self talk.

Self talk. Orang bisa saja diam, tapi dia sebenarnya berbicara dgn dirinya/pikirannya sendiri. Sayangnya berdasarkan penelitian, sebanyak 65% self talk ternyata merupakan pikiran negatif. Orang merasa kecewa, tidak dicintai, tidak dihargai, putus asa, paranoid dan prasangka, yang sebenarnya belum tentu benar.

Perasaan/pikiran negatif mencerminkan perasaan tidak punya/ada yang kurang. Kalau dipelihara maka ketidakpunyaan akan terus mendatangi kita. Perasaan/pikiran positif/ikhlas mencerminkan perasaan cukup. Kalau dipertahankan maka berbagai kecukupan akan terwujud(energi positif akan menyertai), karena itu bersyukurlah selalu atas apa yang kita punya karena Tuhan telah memberi kita lebih dari cukup.

***

“Berilah maka kamu akan diberi: suatu takaran yang baik , yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah keluar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu”
(Luk 6: 38)

Kita memberi lewat pikiran dan perasaan.
Pikiran dan perasaan positif (+) berupa cinta, sukacita, belas kasih, kemurahan hati merupakan ukuran positif yang mendatangkan hal yang sama bagi kita. Pikiran dan perasaan negatif (-) berupa marah, benci, dendam, curiga, putus asa, kecewa, akan mendatangkan yang yang sama bagi kita. Jadi mau bahagia atau tidak, tergantung ukuran yang kita gunakan dan jangan pernah menyalakan orang lain.

Teruslah berpikir positif dan lanjutkan hidup dan aktifitasmu dengan gembira….!

3 responses to this post.

  1. kan sudah diajari bagaimana cara memotong supaya kelihatan pendek pas buka Home

    Reply

    • Itukan cuma pendek! Tergolong Panjangya? Waktu itu kau yg buat, aku nda tau apa yg kau ketik2 itu!. Lain kali kalau ajarkan aku yg buat n kau ksh instruksi sj yaa!

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: