MASING-MASING PUNYA TIAP-TIAP


Masih dalam sebuah homili ditanyakan:

Ada seorang bapak bersama anak laki-lakinya dan seekor kuda. Mereka hendak melakukan perjalanan yang cukup jauh. Mereka harus melewati beberapa gunung, sungai dan perkampungan untuk tiba di tempat tujuan. Ketiganya (Bapak, Anak dan kuda) sudah sangat lelah.  Memurut pendapat anda, dengan situasi tersebut bagaimana cara mereka melanjutkan perjalanan mereka?. Pikirkan pula alasannya!

a.       Si bapak dan si anak bersama-sama menaiki kuda tersebut

b.      Si bapak naik kuda tersebut dan si anak berjalan kaki menuntun kuda tersebut (dan sebaliknya: si anak naik kuda tersebut, dan si bapak berjalan kaki menuntun kuda tersebut)

c.       Si bapak dan si anak keduanya tidak menaiki kuda tersebut.

Mungkin jawaban dan alasan anda adalah sbb:

A : Si bapak dan si anak bersama-sama menaiki kuda tersebut. Sebahagian orang akan berpendapat bahwa itu adalah pilihan yang paling tepat dengan alasan: kuda itu dipersiapkan memang untuk mengantar mereka ke tempat tujuan, tapi bagi orang lain, mungkin ada berpikir bahwa, si bapak dan anak tersebut sangatlah tidak berperasaan, kuda itu juga sudah sangat kelelahan dan mereka masih tetap membebani kuda itu.

B : Si bapak naik kuda tersebut dan si anak berjalan kaki menuntun kuda tersebut. Sebahagian orang akan berpendapat bahwa itu adalah pilihan yang paling tepat dengan alasan: anak tersebut masih muda dan bertenaga, dia masih mampu untuk berjalan kaki. Kuda pun sdh cukup lelah dan jangan terlalu dibebani. Namun yang lain yang mungkin ada berpikir bahwa, si bapak tidaklah bertanggung jawab terhadap anaknya. Seharusnya dia membiarkan anaknya yang menaiki kuda tersebut (dan sebaliknya)

C : Si bapak dan si anak keduanya tidak menaiki kuda tersebut. Sebahagian mungkin akan berpendapat bahwa ini adalah tindakan yang paling tepat, karena ketiganya memang sudah kelelahan. Namun sebahagian orang mungkin akan berpendapat, betapa bodohnya si bapak dan si anak itu. Mereka membawa kuda tapi tidak mempergunakannya.

***

Itulah sedikit perumpamaan yang menggambarkan bahwa segala sesuatu akan selalu ada pro dan kontra. Hal ini bergantung pada sudut pandang orang yang menilainya. Sebagai contoh hal ini sering sekali terjadi dalam kehidupan kita, diantaranya saat anda menilai seorang. Ada yang menilainya dari sudut pandang penampilan fisik, ada dari sudut pandang sikan dan perilaku, ada yang dari latar belakang pendidikan atau keluarganya, dsb.

Kita tidak bisa dengan serta merta mengklaim bahwa pendapat kita adalah yang paling tepat/benar. Mendiskusikannya /Memperebatkannya dan memberikan berbagai rasional/logika yang tepat mungkin dapat merubah pendapat orang lain, tapi bilamana jika itu tidak terjadi?. Perselisian dan perpecahanlah yang akan timbul. Apalagi bila hal tersebut terkait dengan prinsip-prinsip hidup atau sesuatu yang kita imani. Bukankah itu akan lebih sulit? Karna “Masing-masing punya Tiap-tiap”, janganlah terlalu memaksakan kehendak/ide dan janganlah ragu untuk menerima ide orang lain, bila hal itu bisa sejalan dengan pemahaman kita. Oleh karena itu, sudah tepatlah semboyan negara kita ini : Bhineka Tunggal Ika (Berbeda-beda Tapi Tetap Satu).

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: