Only Time

(1). Belum sebulan kami bersama, belum banyak pula kenanganku dengannya, tapi hari demi  hari, aku melihat begitu cepat degenerasi terjadi padanya. Dia mulai berkerut, menyusut dan asimetris, tidak seperti saat kami pertama kali bertemu. Saat itu, ia begitu gagah, mulus, kekar, memberi warna dan bentuk yang kusuka!!!. Mulanya aku ingin melepaskannya tapi ada perasaaan tidak tega juga. Jadi kuputuskan untuk membiarkannya lebih lama lagi berada disampingku, hingga ia benar-benar “kehabisan”. Yup ! itulah perasaanku pada boneka balom puddle yang aku dapatkan saat makan bersama temam-teman di restoran pizza. Kami mendapatkannya dengan mengorbankan rasa malu kami, mengingat balon itu hanya diberikan bagi pengunjung anak-anak saja dan Itupun karena sahabatku dengan beraninya meminta. Waktu ternyata memudarkan segalanya!.

(2). Pagi ini sepulang dari pasar, aku dan beberapa anak kos lain menyempatkan diri nonton acara infotainment di salah satu TV. Beritanya tentang pernikahan sepasang selebriti Indonesia. Pada acara pernikahan mereka, ada banyak komentar dan harapan yang diberikan oleh para undangan yang hadir. Diantaranya mengatakan semoga pasangan ini cepat mendapatkan momongan, yang lainnya mendoakan agar dapat menjadi keluarga yang sakina, mawaddah, warohmah. Tapi sahabatku langsung berkomentar pada anak kos yang lain, ““Ade, kalau mendoakan orang yang baru menikah, jangan bilang semoga bisa bersama hingga jadi kakek dan nenek, tapi seharusnya semoga bisa bersama hingga maut memisahkan”. Lanjutnya “Kalau doanya hanya sampai kakek nenek, yah kalau sudah tua, ntar bisa bercerai lagi”. Masing-masing memang punya sudut pandang. Tapi bagiku, apapun bentuk kalimatnya,  itu adalah suatu pengharapan dan doa yang positif.

***

Waktu memang merubah segalanya. tidak hanya secara fisik, mental dan emosi tapi juga perasaan dan  perilaku. Secara fisik, proses tumbuh kembang sel itu pasti terjadi dan bisa diibaratkan seperti sebuah  gunung yang memiliki tanjakan, titik puncak dan penurunan. Puncak tubuh dan kembang terjadi saat manusia menjadi dewasa dan sangat produktif. Setelah melewati usia produktif (18-45 tahun) mulai terjadi degenerasi sel atau penurunan fungsi-fungsi sel dan organ. Mudah capek, mudah sakit, mulai berkeriput, mulai pelupa, dan  mulai sulit tidur merupakan beberapa tanda dan gejala yang bisa timbul. Secara mental, semakin bertambahnya usia akan berbanding lurus dengan bertambahnya kematangan mental dan emosi, meski memiliki kecepatan yang berbeda-beda bagi tiap orang. Secara perasaan, waktu membuatnya sangat tidak jelas, seperti sebuah bola yang sedang berputar dan dipantulkan disuatu bidang yang tidak rata. Tidak ada yang bisa menebak kemana bola itu akan berbalik. Waktu membuat perasaan bisa berubah kearah yang positif atau kearah negatif. Perubahan perasaan pasti akan berdampak pada perubahan perilaku.

Maka jangan heranlah, ada begitu banyak kekhawatiran bagi pasangan-pasangan yang mau menikah atau yang baru menikah tentang “nasib” rumah tangganya kelak seperti apakah dia pilihan yang tepat ?, apakah dia akan tetap setia? bagaimana bila aku tak secantik/sekuat saat ini ?, apa perilakunya tetap sama seperti kita pacaran dulu? Bicara lembut, membelai dll. Kekawatiran itu wajar, asal jangan berlebihan karena kita memang akan menghadapi tahap-tahap itu. Semuanya dikendalikan oleh waktu dan waktu dikendalikan oleh Tuhan. Oleh karena itu semuanya akan baik-baik saja bila kita selalu menyertakan Tuhan dalam segala hal karna Ia adalah mesin penggerak.  Ia adalah motivator terbaik yang perna ada.  Dia adalah spirit dan power itu sendiri.

 

Recommendation song:

Enya: Only Time

 

5 responses to this post.

  1. Ku kira Only You😀

    Reply

  2. ……and whoever you want!😀

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: